Potensi Rumah Sakit Syariah di Indonesia

“Umat Islam kini tidak perlu risau lagi, dengan hadirnya rumah sakit yang disertifikasi syariah oleh Dewan Syariah Nasional (DSN) – Majelis Ulama Indonesia (MUI),” ujar Masyhudi.

 

“Ini adalah yang pertama di Dunia”, ujar KH Ma’ruf Amin. “Alhamdulillah, umat Islam dan bangsa Indonesia sepatutnya menghaturkan rasa syukur kehadirat Allah Swt, dalam ikhtiar mewujudkan
rumah sakit bersertifikasi syariah secara menyeluruh dari semua aspek,” kata Ketua Umum Majelis Upaya Kesehatan Islam Seluruh Indonesia (MUKISI) Masyhudi dalam keterangan pers yang diterima Wartapilihan.com, Rabu (11/4).

 

Hal ini digenapkan, dengan hadirnya IHEX, gelaran pertama Konferensi dan Expo International Islamic Healthcare, di Jakarta, yang berlangsung tanggal 10-12 April 2018. Dalam kegiatannya, MUKISI mengusung tema “Bangkitkan Rumah Sakit Syariah di Nusantara melalui Konsolidasi Potensi Ummat”.

 

Dalam 3 hari ke depan, MUKISI menyelenggarakan kegiatan berisikan Seminar, workshop, expo alat kesehatan dan produk halal, yang
disempurnakan dengan pertemuan Nasional Mukisi, Pertemuan Tahunan Indonesia Islamic Medical Association (IIMA) dari 3 organisasi MUKISI, PROKAMI (Perhimpunan Profesi Kesehatan Muslim Indonesia) dan FOKI (Forum Kedokteran Islam Indonesia).

 

“Umat Islam kini tidak perlu risau lagi, dengan hadirnya rumah sakit yang disertifikasi syariah oleh Dewan Syariah Nasional (DSN) – Majelis Ulama Indonesia (MUI),” ujar Masyhudi.

 

Pada konferensi internasional pertama ini, dengan ijin dan karunia ALLAH SWT, telah disertifikasi 10 rumah sakit syariah di Indonesia yakni (1) RS Islam Sultan Agung Semarang, (2) RS Nurhidayah Bantul Yogyakarta, (3) RS PKU Wonosobo, (4) RS Sari Asih Ciledug, (5) RS Sari Asih Sangiang, (6) RS Islam Sari Asih Arrahmah Tangerang, (7) RS Amal Sehat Wonogiri, (8) RS Muhammadiyah Lamongan, (9) RS PKU Yogyakarta, (10) RSI Yogyakarta PDHI.

 

Masyhudi menuturkan, diperkirakan hingga akhir tahun 2018 insya ALLAH akan ada 30 rumah sakit tersertifikasi syariah. “Sertifikasi Rumah Sakit Syariah merupakan perwujudan dari semangat untuk menjadi ummat terbaik, khairu ummah, bahwa rumah sakit yang didasari oleh semangat menegakkan syariah memiliki added value, dimana dia bukan hanya memenuhi standar quality dan patient safety yang dipersyaratkan oleh komisi akeditasi rumah sakit (KARS), namun lebih dari itu, ia pun memenuhi kriteria secara syariah, yang diuraikan menjadi 173 elemen penilaian dalam standar sertifikasi rumah sakit syariah,” paparnya.

 

Menurutnya, potensi ummat Islam di Indonesia berkembang sangat pesat, menjadikan sentral perhatian dunia Islam dengan hadirnya 1st IHEX, dan berkembangnya sertifikasi rumah sakit syariah. Dunia Islam menanti dan berharap agar cepat berkembang, tidak hanya di Indonesia, tetapi juga negara lain di dunia.

 

Konferensi yang juga mensosialisasikan sertifikasi rumah sakit syariah yang pertama di dunia ini, dibuka oleh Ketua MUI, KH Ma’ruf Amin, yang dihadiri peserta dari dalam dan luar negeri, dengan pembicara nasional dan Internasional, akan memantapkan bangkitnya rumah sakit yang berlandaskan syariah untuk saling
memuliakan, dunia dan akhirat.

 

Agenda Kegiatan konsolidasi umat Islam melalui Konferensi Internasional seperti ini akan dilakukan setiap tahun di Indonesia yang dinantikan oleh umat Islam seduania melalui persaudaraan kesehatan Islam,” tandasnya.

Ahmad Zuhdi

Sumber : https://www.wartapilihan.com/

Struktur Dewan Pengurus Pusat IMANI PROKAMI 2016-2021

www.imani-prokami.or.id. Jakarta. Alhamdulillah segala puji bagi Allah SWT, sholawat serta salam semoga tercurah kepada junjungan kita Rasulullah SAW beserta keluarga,  para sahabat dan pengikutnya semoga kita termasuk di dalamnya. Aamiin

Alhamdulillah setelah terpilihnya dr. Achmad Zaki, M.Epid, Sp. OT sebagai ketua umum IMANI-PROKAMI periode 2016-2021 maka beliau sebagai ketua umum sudah membentuk pengurus pusat yang akan membantu menjalankan roda organisasi IMANI-PROKAMI ini. 
Berdasarkan Surat Keputusan tertanggal 19 september 2016 dengan Nomor 001/SK/PENGURUS PUSAT/IMANI-PROKAMI/IX/2016
Tentang:
PENGESAHAN SUSUNAN DAN PENGANGKATAN 
DEWAN PENGURUS PUSAT IMANI-PROKAMI 
PERIODE 2016-2021 
Maka berikut kami sampaikan nama-nama dan amanah yang diemban nya:
DEWAN PENGURUS PUSAT IMANI-PROKAMI 
PERIODE 2016-2021
Ketua Dewan Pembina dr. Budi Djamhur, MARS
Ketua Umum dr. Achmad Zaki, M.Epid, Sp.OT
Wakil Ketua Umum dr. Eka Ginanjar, SpPD, KKV
Sekretaris Umum drg. M. Tryanza Maulana, MM
Bendahara Umum Ns. Erni Setiani, S.Kep
Bidang Kebijakan dan Kajian Strategis dr. Patuh Ikranegara
Bidang Pembinaan dan Pengembangan Profesi dan SDM dr. Riendra, SpBTKV
Divisi Profesi
a. Kedokteran dr. Ahmad Jamaludin, M.Kes
b. Kedokteran Gigi drg. Harfindo Nismal, SpBM
c. Keperawatan Syahirul Alim, Skep, MSc, PhD
d. Kesehatan Masyarakat DR. Ede Surya Darmawan, SKM, MDM
e. Farmasi Emil Salim, Apt, MSc f. Vokasi Fahrudin, Dipl.Rad, SKM, MM
g. Bidan Poppy Jane Intania, SSiT, Mkes 
Bidang Pengembangan Ristek dan Kesehatan dr. Fariz, PhD
Bidang Pengembangan Upaya Pelayanan Kesehatan Islami dr. Burhanudin Hamid, MARS
Bidang Pembinaan dan Pengembangan Organisasi Asa Fernando, S.ST
a.Koordinator Regional I Sumatera Dr. dr. Legiran, M.Biomed
b. Koordinator Regional II Jawa dr. Kuntadi, M.Kes, SpOT
c. Koordinator Regional III Kalimantan Dr. dr. Ardik, SpBS
d. Koordinator Regional IV BalNusra dr. Nanang, SpB
e. Koordinator Regional V Sulawesi La Ode Marsudi, S.ST
f. Koordinator Regional VI Malupa Ibu Fahria Ishak, SKM
Bidang Prokami Muda drg. Ega Lucida, Sp.Perio
Unit Edukasi dan Publikasi Kajian Kesehatan dr. Siti Aisyah Ismail
Unit Adiksi (IGC) dr. Era Catur Prasetya
Demikian informasi ini kami sampaikan. Semoga nama-nama tersebut diatas dapat menjalankan amanah dengan baik dan mendapatkan amal pahala kebaikan dari Allah SWT. Aamiin

Selamat menunaikan Ibadah Puasa Ramadhan 1437 Hijriah

 

 

 

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

IMANI (Islamic Medical Association and Network of Indonesia)Prokami (Perhimpunan Profesi Kesehatan Muslim Indonesia)

 

 

 

Mengucapkan

 

Selamat menunaikan Ibadah Puasa Ramadhan 1437 Hijriah, Semoga kita bisa mengikuti madrasah Ramadhan dengan baik dan mencapai derajat Taqwa

 
 



.

Profil IMANI PROKAMI

    IMANI (Islamic Medical Association and Network of Indonesia)

    Prokami (Perhimpunan Profesi Kesehatan Muslim Indonesia)

    Latar Belakang

    Kesehatan merupakan syarat mutlak majunya sebuah bangsa. Karena itu salah satu tolak ukur bangsa yang maju adalah tingkat kesehatan penduduknya. Sehat berarti sejahtera fisik, psikis dan sosial. Sehat akan memunculkan individu-individu yang dinamis, produktif, dan memiliki daya juang tinggi untuk membangun bangsanya. Sebuah hadits mengatakan bahwa seorang mukmin yang kuat lebih disukai dibandingkan muslim yang lemah. Dan yang lebih penting adalah dengan kesehatan yang optimal maka seseorang dapat melakukan ibadahnya dengan optimal pula. Untuk itu peningkatan kualitas kesehatan masyarakat dari segala sektor sangat dibutuhkan saat ini.
    Islam sebagai agama yang Rahmatan lil Alamin memperhatikan aspek tersebut dengan lengkap sehingga mendorong para profesional dibidang kesehatan yang memiliki semangat dan keimanan yang tinggi harus dapat mengimplementasikannya dalam langkah-langkah nyata yang langsung terasa oleh masyarakat
    Dalam konteks tersebut, maka konsolidasi potensi para profesi kesehatan muslim secara nasional dalam pemberdayaan kesehatan di Indonesia sangat penting, terlebih Indonesia adalah negara yang jumlah penduduknya terbesar ke-5 di dunia sekaligus negeri muslim terbesar di dunia. Selain itu peran aktif para profesi kesehatan muslim dibidang kesehatan di Indonesia sudah sangat dinantikan baik oleh masyarakat secara umum maupun organisasi dan kelompok-kelompok profesi muslim di skala nasional maupun internasional.
    Demikianlah latar belakang didirikannya Perhimpunan Tenaga Profesi Kesehatan Muslim Indonesia ini.
    Lahir pada 29 Rajab 1423 H / 6 Oktober 2002 di Pondok Gede, Jakarta. Organisasi ini  bertekad menjadi Perhimpunan Tenaga Profesi Kesehatan Islami yang memberi manfaat terhadap seluruh ummat.
    Organisasi ini berusaha menjawab tantangan dunia Kesehatan dan Islam saat ini yang kian kompleks. Organisasi bersifat Non Profit, Independen, dan Organisasi Non Pemerintah. Didedikasikan untuk mengembangkan profesi kesehatan sebagai perwujudan dan tujuan Islam. Menjadikan Pembeda dengan organisasi kesehatan yang telah ada saat ini, sekaligus menjadi Tantangan dalam Berkontribusi di Bidang Kesehatan. Organisasi yang menjadikan dirinya sebagai Rumah bagi seluruh Profesi Kesehatan di Indonesia dan Dunia. Berjuang bersama atas dasar Islam, untuk membangun kesehatan seluruh ummat menjadi lebih baik di era globalisasi yang kian menantang..

    Logo Resmi IMANI PROKAMI

    RENCANA STRATEGIS PROKAMI 2013-2016

    RENCANA STRATEGIS PROKAMI 2013-2016

    PENGANTAR

    Musyawarah Nasional (Munas) II PROKAMI telah berhasil diselenggarakan di Jakarta pada tanggal 6-7 Juli 2013. Munas II ini dihadiri oleh 18 utusan wilayah dan telah menghasilkan beberapa keputusan strategis sebagai berikut:

    1. Revisi Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga PROKAMI
    2. Ketua dan Formatur Pengurus baru PROKAMI Masa Bakti Tahun 2013 – 2016
    3. Draft Rencana Strategis PROKAMI tahun 2013 – 2016

    Sebagai tindak lanjut untuk melaksanakan keputusan-keputusan Munas II di atas, Munas II ini juga telah berhasil menyusun draft Rencana Strategis PROKAMI tahun 2013 – 2016 dengan pokok-pokok penting sebagai berikut:

    RUJUKAN

    Pengembangan naskah Rencana Strategis PROKAMI tahun 2013 – 2016 ini merujuk kepada Anggaran Dasar organisasi PROKAMI dalam hal ini adalah untuk mendukung pencapaian Visi, Misi dan Tujuan pembentukan PROKAMI sebagai berikut:

    Visi:
    Menjadi perhimpunan tenaga profesi kesehatan Islami yang memberi manfaat terhadap seluruh umat

    Misi:

    1. Mengayomi tenaga profesi kesehatan muslim di Indonesia
    2. Membangun dan mengembangkan tenaga profesi kesehatan yang berkualitas islami dari sisi ilmu, mental dan akhlak
    3. Memberikan solusi islami terhadap permasalahan dan kebijakan kesehatan yang menyangkut masyarakat luas baik nasional maupun internasional
    4. Memberdayakan masyarakat dalam masalah kesehatan

    Tujuan

    1. Meningkatkan pendidikan dan penelitian di bidang kesehatan dan publikasinya
    2. Meningkatkan peran serta tenaga kesehatan di masyarakat baik di tingkat nasional maupun internasional secara makro maupun mikro
    3. Meningkatkan pemahaman, penghargaan dan pengamalan ilmu-ilmu di bidang kesehatan yang lebih baik berdasarkan Al Quran dan As Sunnah
    4. Menyampaikan pandangan organisasi terhadap permasalahan dan kebijakan di bidang kesehatan.
    5. Membina hubungan dan memelihara kerja sama dengan organisasi dan pihak – pihak terkait lainnya

    TUJUAN STRATEGIS PROKAMI TAHUN 2013 – 2016

    Selain membuat ketiga keputusan strategis di atas, Musyawarah Nasional PROKAMI II memberikan amanat yang merupakan Tujuan Strategis kepada Pengurus PROKAMI yang baru terbentuk untuk memfokuskan upaya dan program PROKAMI Masa Bakti 2013 – 2016 pada:

    1. Melakukan konsolidasi internal organisasi PROKAMI guna membentuk landasan organsasi yang kokoh dan dinamis
    2. Membangun eksistensi Prokami sebagai organisasi yang formal dan profesional sebagai wadah silaturahim dan peningkatan kompetensi profesional kesehatan muslim di Indonesia
    3. Menjadikan Prokami sebagai organisasi profesi yang memberi kontribusi untuk umat dan bangsa Indonesia

    Program Prioritas

    1. Membentuk dan mengaktifkan Pengurus Pusat Prokami maksimal dalam waktu 3 bulan
    2. Membentuk dan mengaktifkan Pengurus Wilayah dengan tahapan sebagai berikut:

      1. Terbentuk dan aktifnya 4 struktur pengurus wilayah dalam 6 bulan
      2. Terbentuk dan aktifnya 9 struktur pengurus wilayah dalam 1 tahun
      3. Terbentuk dan aktifnya 17 struktur pengurus wilayah dalam 2 tahun
      4. Terbentuk dan aktifnya 34 struktur pengurus wilayah dalam 3 tahun
    3. Mendata dan memetakan seluruh anggota Prokami di masing-masing wilayah maksimal 1 tahun setelah terbentuknya pengurus wilayah
    4. Melaksanakan Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) PROKAMI 2013 selambat-lambatnya pada bulan Oktober 2013.

    Program Pengembangan:

    Program Pengembangan disusun berdasarkan Anggaran Dasar Prokami Pasal 7 tentang Tujuan Organisasi yang diarahkan untuk:

    1. Meningkatnya peran serta Prokami sebagai representasi dari the Indonesian Islamic Medical Assosiation (IIMA) pada organisasi internasonal yaitu Federation of Islamic Medical Association (FIMA)
    2. Melaksanakan komunikasi, sosialisasi dan kerjasama ke seluruh organisasi profesi kesehatan dalam rangka membangun jejaring kerja di Indonesia
    3. Meningkatnya pendidikan, pelayanan dan pemeliharaan kesehatan masyarakat yang secara bertahap dilakukan melalui:

      1. Merumuskan standar kompetensi tenaga kesehatan muslim sebagai nilai tambah standar kompetensi nasional yang telah ada.
      2. Menbentuk lembaga pelatihan untuk menyelenggarakan upaya pencapaian standar kompetensi tenaga kesehatan muslim
      3. Merumuskan konsep sistem pelayanan kesehatan yang islami di Indonesia.
    4. Membentuk Pusat Kajian Keilmuan Kesehatan Islam dalam rangka:

      1. Merumuskan Agenda Riset Kesehatan Islam
      2. Melakukan kajian dan riset kesehatan Islam
      3. Menyebarluaskan (syiar) hasil kajian keilmuan kesehatan Islam
    5. Melaksanakkan kajian dan advokasi kebijakan kesehatan Indonesia

    Tahapan Pelaksanaan Program

    Pelaksanaan program untuk mencapai tujuan strategis di atas dirancang sebagai berikut:
    New Picture

    PENGURUS WILAYAH PROKAMI JAWA BARAT


    • Ketua : dr. Donny sulifan (c)SpRad
    • Sekjen : dr. Patuh ikranegara
    • Bendahara : dr. Betha agung, Muh. Tanri
    • Divisi kebijakan dan kastrat : dr. Hilmi, dr. Dony septiana, dr. Cynthia
    • Divisi pelayanan kesehatan islami : drg. Martariwansyah (c)SpKG, dr. Sofa rahmania hilmi
    • Divisi media dan humas : dr. Genis ginanjar wahyu
    • Ketua divisi kedokteran : dr. Hendarsyah SpPD
    • Ketua divisi kedokteran gigi : drg. Harfindo nismal (c)SpBM

    Visi dan Misi IMANI PROKAMI

    Visi Prokami

    “Menjadi Perhimpunan Tenaga Profesi Kesehatan Islami yang Memberi Manfaat terhadap Seluruh Ummat”

    Misi Prokami :

    1. Mengayomi Tenaga Profesi Kesehatan Muslim di Indonesia
    2. Membangun dan Mengembangkan Tenaga Profesi Kesehatan yang Berkualitas Islami dari sisi Ilmu, Mental dan Akhlak
    3. Memberikan Solusi Islami terhadap Permasalahan & Kebijakan Kesehatan yang Menyangkut Masyarakat luas baik Nasional maupun Internasional
    4. Memberdayakan Masyarakat dalam Masalah Kesehatan

    ANGGARAN DASAR IMANI PROKAMI

    ANGGARAN DASAR

    Perhimpunan Tenaga Kesehatan Muslim Indonesia/
    Islamic Medical Association and Network of Indonesia
    (PROKAMI/IMANI)

    MUQADDIMAH

    Bismillahirrahmanirrahim
    Kesehatan merupakan syarat mutlak bagi majunya sebuah bangsa. Karena itu salah satu tolak ukur bangsa yang maju adalah tingkat kesehatan penduduknya. Sehat berarti sejahtera fisik, psikis, dan sosial. Sehat akan memunculkan individu-individu yang dinamis, produktif, dan memiliki daya juang tinggi untuk membangun bangsanya. Sebuah hadits mengatakan bahwa seorang mukmin yang kuat lebih disukai dibandingkan muslim yang lemah. Dan yang lebih penting adalah dengan kesehatan yang optimal maka seseorang dapat melakukan ibadahnya dengan optimal pula. Untuk itu peningkatan kualitas kesehatan masyarakat dari segala sektor sangat dibutuhkan saat ini. Islam sebagai agama yang Rahmatan lil Alamin memperhatikan aspek tersebut dengan lengkap sehingga mendorong para profesional dibidang kesehatan yang memiliki semangat dan keimanan yang tinggi harus dapat mengimplementasikannya dalam langkah-langkah nyata yang langsung terasa oleh masyarakat. 
    Dalam konteks tersebut, maka konsolidasi potensi para profesi kesehatan muslim secara nasional dalam pemberdayaan kesehatan di Indonesia sangat penting, terlebih Indonesia adalah negara yang jumlah penduduknya terbesar ke-5 di dunia sekaligus negeri muslim terbesar didunia. Selain itu peran aktif para profesi kesehatan muslim dibidang kesehatan di Indonesia sudah sangat dinantikan baik oleh masyarakat secara umum maupun organisasi dan kelompok-kelompok profesi muslim di skala nasional maupun internasional. 


    BAB I
    NAMA, WAKTU DAN KEDUDUKAN

    Pasal 1

    1. Organisasi ini bernama Perhimpunan tenaga Profesi Kesehatan Muslim Indonesia disingkat PROKAMI atau Islamic Medical Association and Network of Indonesia disingkat IMANI
    2. Organisasi ini dalam AD/ART selanjutnya disebut PROKAMI 

    Pasal 2

    PROKAMI di bentuk di Jakarta pada tanggal 29 rajab 1423 H bertepatan dengan tanggal 06 Oktober 2002 M dan didirikan untuk kurun waktu yang tidak ditentukan dan berkedudukan di Ibukota Negara Republik Indonesia.

    Pasal 3

    1. PROKAMI berstatus badan hukum dan berkedudukan di Wilayah Negara Republik Indonesia yang berpusat di Jakarta. 
    2. Organisasi ini bersifat non profit, independen, dan organisasi non pemerintah yang didedikasikan untuk mengembangkan profesi kesehatan sebagai perwujudan dari tujuan Islam 

    BAB II
    ASAS

    Pasal 4

    PROKAMI berasaskan Islam dan Pancasila sebagai dasar negara


    BAB III
    VISI, MISI DAN TUJUAN

    Pasal 5

    Visi
    Menjadi perhimpunan tenaga Profesi kesehatan islami yang memberi manfaat terhadap seluruh umat

    Pasal 6

    Misi

    1. Mengayomi tenaga profesi kesehatan muslim di Indonesia
    2. Membangun dan mengembangkan tenaga profesi kesehatan yang berkualitas islami dari sisi ilmu, mental dan akhlak
    3. Memberikan solusi islami terhadap permasalahan dan kebijakan kesehatan yang menyangkut masyarakat luas baik nasional maupun internasional
    4. Memberdayakan masyarakat dalam masalah kesehatan

    Pasal 7

    Tujuan
    PROKAMI bertujuan

    1. Meningkatkan pendidikan dan penelitian di bidang kesehatan dan publikasinya
    2. Meningkatkan peran serta tenaga kesehatan di masyarakat baik di tingkat nasional maupun internasional secara makro maupun mikro
    3. Meningkatkan pemahaman, penghargaan dan pengamalan ilmu-ilmu di bidang kesehatan yang lebih baik berdasarkan Al Quran dan As Sunnah
    4. Menyampaikan pandangan organisasi terhadap permasalahan dan kebijakan di bidang kesehatan.
    5. Membina hubungan dan memelihara kerja sama dengan organisasi dan pihak – pihak terkait lainnya

    BAB IV
    LAMBANG

    Pasal 8

    Lambang PROKAMI berupa bola dunia yang diapit oleh dua buah bulan sabit berwarna hijau dengan tulisan nama PROKAMI-IMANI

    BAB V
    KEANGGOTAAN

    Pasal 9

    Keanggotan organisasi terdiri:
    a. Anggota muda, yaitu mahasiswa muslim program pendidikan kesehatan yang terdaftar
    b. Anggota tetap, yaitu tenaga profesi kesehatan Muslim yang terdaftar
    c. Anggota kehormatan, yaitu orang yang berjasa kepada PROKAMI yang diusulkan dalam Rapat Harian Badan Pengurus dan ditetapkan dalam Munas

    Pasal 10

    1. Anggota tetap mempunyai hak untuk memilih dan dipilih.
    2. Anggota muda dan anggota kehormatan tidak berhak memilih dan dipilih


    BAB VI
    MUSYAWARAH DAN RAPAT

    Pasal 11

    Musyawarah terdiri dari:

    1. Musyawarah Nasional Perhimpunan Tenaga Profesi Kesehatan Muslim Indonesia (Munas PROKAMI) dan Musyawarah Wilayah Perhimpunan Tenaga Profesi Kesehatan Muslim Indonesia (Muswil PROKAMI).
    2. Musyawarah Kerja Nasional Perhimpunan Tenaga Profesi Kesehatan Muslim Indonesia (Mukernas PROKAMI), dan Musyawarah Kerja Wilayah Perhimpunan Tenaga Profesi Kesehatan Muslim Indonesia (Mukerwil PROKAMI).
    3. Musyawarah Nasional Luar Biasa dan Musyawarah Wilayah Luar Biasa .

    Pasal 12

    1. Musyawarah Nasional dan Musyawarah Wilayah masing– masing diadakan sekali dalam kurun waktu 3 tahun.
    2. Musyawarah Nasional dan Musyawarah Wilayah, adalah sah apabila dihadiri oleh sekurang-kurangnya setengah dari yang berhak hadir ditambah satu.
    3. Setiap keputusan pada Musyawarah Nasional dan Musyawarah Wilayah, diambil atas dasar musyawarah dan mufakat. Apabila tidak dapat diambil keputusan atas dasar musyawarah dan mufakat, keputusan diambil atas dasar suara terbanyak.

    Pasal 13

    1. Musyawarah Nasional PROKAMI adalah pengambil keputusan tertinggi.
    2. Musyawarah Nasional dihadiri oleh utusan-utusan pengurus Wilayah dan Pengurus Pusat.
    3. Musyawarah Nasional bertugas:

    a. Mengevaluasi laporan pertanggung jawaban Pengurus Pusat
    b. Menentukan pokok–pokok kebijakan organisasi kurun waktu tiga tahun.
    c. Memilih dan mengangkat Pengurus Pusat yang baru untuk masa bakti tiga tahunan
    d. Membahas hal-hal yang dianggap penting dan strategis

    Pasal 14

    1. Musyawarah Wilayah PROKAMI adalah pemegang kekuasaan tertinggi di dalam wilayah kerja Wilayah yang bersangkutan.
    2. Musyawarah Wilayah PROKAMI dihadiri oleh Pengurus Wilayah dan utusan Pengurus Pusat.
    3. Musyawarah Wilayah PROKAMI bertugas :
    a. Menilai pertanggung jawaban pengurus Wilayah.
    b. Menentukan program berdasarkan pokok-pokok kebijakan yang ditetapkan oleh Muswil untuk pelaksanakan tugas PROKAMI dalam wilayah kerja Wilayah yang bersangkuatan untuk kurun waktu tiga tahun.
    c. Memilih pengurus PROKAMI yang baru untuk masa bakti tiga tahun.
    d. Membahas hal-hal yang dianggap penting dan strategis.

    Pasal 15

    1. Musyawarah kerja nasional dan musyawarah kerja Wilayah diadakan setahun sekali.
    2. Peserta musyawarah kerja nasional terdiri Pengurus Pusat dan Pengurus Wilayah.
    3. Peserta musyawarah kerja Wilayah terdiri Pengurus Wilayah, utusan daerah dibawahnya dan utusan Pengurus Pusat.
    4. Musyawarah kerja nasional dan musyawarah kerja Wilayah bertugas :

    a. Mengevaluasi pelaksanaan program kerja tahun yang lalu, termasuk anggaran
    b. Menyusun rencana program kerja tahun yang akan datang termasuk rancangan anggaran pendapatan dan belanja.
    c. Membahas hal-hal yang dianggap penting dan strategis.

    Pasal 16

    1. Musyawarah nasional luar biasa dan musyawarah Wilayah luar biasa dapat diadakan apabila Pengurus Pusat, Pengurus Wilayah tidak menyelenggarakan organisasi sesuai dengan ketentuan AD/ART.
    2. Musyawarah nasional luar biasa dan musyawarah Wilayah luar biasa, membahas masalah-masalah yang sangat penting dan luar biasa termasuk memberhentikan pengurus dan mengangkat pengurus yang baru.
    3. Musyawarah nasional luar biasa dapat diadakan berdasarkan usul tertulis sekurang-kurangnya duapertiga dari wilayah.
    4. Musyawarah wilayah luar biasa dapat diadakan berdasarkan usul tertulis sekurang-kurangnya duapertiga dari anggota tetap wilayah tersebut

    Pasal 17

    Sebagaimana bentuk dan tingkat musyawarah yang dimaksud dalam pasal 11 sampai dengan pasal 16, adalah merupakan forum pertanggung jawaban pengurus PROKAMI atas pelaksanaan tugas-tugasnya.

    Pasal 18

    Rapat adalah pertemuan resmi yang diselenggarakan oleh Pengurus Pusat dan Pengurus Wilayah yang terdiri dari:
    a. rapat pengurus pleno
    b. rapat pengurus harian
    c. rapat – rapat lainnya yang dianggap perlu.

    BAB VII
    KEPENGURUSAN

    Pasal 19

    Kepengurusan PROKAMI terdiri dari:
    a. Pengurus Pusat yang berkedudukan di Ibukota Negara RI
    b. Pengurus Wilayah yang berkedudukan di Ibukota Propinsi

    Pasal 20

    Struktur Kepengurusan PROKAMI baik di pusat maupun di Wilayah terdiri dari:
    a. Badan Pembina
    b.Badan Pengurus

    Pasal 21

    (1) Badan Pengurus pusat terdiri dari :
    a. Ketua Umum
    b. Wakil Ketua Umum
    c. Sekretaris Umum
    d. Bendahara Umum
    e. Ketua-ketua Bidang
    (2) Apabila Ketua umum tidak dapat menjalankan fungsi memimpin Badan Pengurus Pusat dapat diketuai / dipimpin oleh wakil ketua umum atau salah seorang Ketua Bidang
    (3) Ketua Umum dapat menjabat untuk sebanyak-banyaknya dua periode kepengurusan

    Pasal 22

    Badan Pengurus Pusat berkewajiban:
    a. Melaksanakan ketentuan-ketentuan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga.
    b. Melaksanakan keputusan-keputusan Musyawarah Nasional dan Musyawarah Kerja Nasional.
    c. Memimpin pelaksanaan tugas PROKAMI

    Pasal 23

    Badan Pengurus Pusat PROKAMI bertanggung jawab atas pelaksanaan tugasnya kepada Musyawarah Nasional.

    Pasal 24

    (1) Badan Pengurus Wilayah terdiri dari :

    • Ketua
    • Sekretaris
    • Ketua bidang
    • Bendahara

    (2) Apabila ketua tidak dapat menjalankan fungsi memimpin Badan Pengurus Wilayah dapat diketuai / dipimpin oleh Sekretaris atau salah seorang Ketua Bidang masing-masing
    (3) Badan pengurus Wilayah berkedudukan di Ibukota Propinsi yang bersangkutan.

    Pasal 25

    Badan pengurus Wilayah berkewajiban:
    a. Melaksanakan ketentuan – ketentuan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga .
    b. Melaksanakan keputusan – keputusan Pengurus Pusat, keputusan-keputusan Musyawarah Wilayah dan Musyawarah Kerja Wilayah.
    c. Mengkoordinasi, membina dan mengawasi seluruh kegiatan dalam wilayah kerjanya.
    d. Melaporkan pelaksanaan tugasnya kepada Pengurus Pusat dalam Mukernas


    BAB VIII
    KEKAYAAN

    Pasal 26

    1. Yang dimaksud dengan kekayaan PROKAMI adalah seluruh harta kekayaan yang berupa barang-barang bergerak, barang-barang tidak bergerak serta surat-surat berharga termasuk uang
    2. Pengurus Pusat memberikan pertanggung jawaban mengenai kekayaan yang diperoleh, pengelolaan dan penggunaannya kepada Musyawarah Nasional.
    3. Pengurus Wilayah Memberikan pertanggung jawabannya mengenai kekayaan yang diperoleh, pengelolaan dan penggunaannya kepada musyawarah Wilayah dan melaporkannya kepada Pengurus Pusat.
    4. Sumber dana berasal dari iuran anggota dan sumbangan pihak lain yang tidak mengikat.


    BAB IX
    PEMBINAAN

    Pasal 27

    1. Dalam rangka menjaga kewibawaan dan tertib serta disiplin organisasi, pengurus PROKAMI secara berjenjang kebawah berkewajiban melakukan pembinaan manajemen organisasi dan pengawasan .
    2. Apabila pengurus melanggar AD/ART atau peraturan PROKAMI, maka dapat diselenggarakan  Musyawarah Luar Biasa sebagaimana diatur dalam pasal 19.
    3. Apabila seorang pengurus melanggar AD/ART atau peraturan PROKAMI, maka:

    a. Pengurus Pusat dapat memberhentikan sementara seorang Pengurus atau lebih.
    b. Pengurus Wilayah dapat memberhentikan sementara seorang pengurus Wilayah/lebih dengan sepengetahuan pengurus Pusat.
    4. Anggota Pengurus Pusat dan Pengurus Wilayah yang diberhentikan, diberi hak untuk membela diri pada musyawarah yang bersangkutan.

    BAB X

    PENGHARGAAN

    Pasal 28

    PROKAMI dapat memberikan penghargaan kepada seseorang / lembaga yang telah berjasa membantu tumbuh dan berkembangnya PROKAMI

    BAB XI

    PERUBAHAN ANGGARAN DASAR

    Pasal 29

    (1) Anggaran Dasar dapat diubah oleh Musyawarah Nasional dalam sidang yang dihadiri oleh sekurang-kurangnya setengah anggota tetap ditambah satu
    (2) Keputusan perubahan Anggaran Dasar adalah apabila disetujui secara bulat atau oleh sekurang-kurangnya tiga perempat dari jumlah suara yang sah sesuai dengan kuorum seperti dimaksud dalam ayat (1) diatas.
    (3) Usul perubahan Anggaran Dasar diajukan secara tertulis kepada pengurus pusat oleh pengurus pusat atau pengurus Wilayah, selambat-lambatnya tiga bulan sebelum Musyawarah Nasional.
    (4) Perubahan anggaran dasar dan anggaran rumah tangga dilaporkan kepada yang berwenang sesuai dengan ketentuan yang berlaku

    BAB XII
    PENUTUP

    Pasal 30

    (1) Hal-hal yang belum cukup diatur didalam anggaran dasar diatur didalam Anggaran Rumah Tangga.
    (2) Anggaran Rumah Tangga tidak boleh bertentangan dengan anggaran dasar.
    (3) Anggaran Dasar ini mulai berlaku sejak disahkan dan ditetapkan.
    Ditetapkan di : Jakarta
    Pada tanggal :7 Juli 2013
    Pukul : WIB
    Presidium Pimpinan Sidang Pleno
    Musyawarah Nasional PROKAMI
    Ketua

    Pengurus Prokami Wilayah Aceh

    KETUA  : dr. Zahrul  W, SpB

    WAKIL KETUA  : dr. Eva Mardalena, SpM

    SEKUM  : dr. Rizka Aditya

    BENDAHARA  : dr. Putri Kartika Listya

    Ketua Bidang Pengembangan Organisasi : Darwin Syah Purba, Apt

    Ketua Bidang Kebijakan dan Kajian Strategis  : Rahmad Julianto. S. Kep. MNs

    Ketua Bidang PSDM  : Ramadhanus, S. Ked

    Ketua Bidang Upaya Pelayanan Kesehatan Islam: Rina Suryani Oktari,S. Kep. MSi

    Ketua Divisi Kedokteran : dr. Maimonar

    Ketua Divisi Kedokteran Gigi : drg. Iin Sundari, M.Si

    Ketua Divisi Keperawatan : Ns. Hendra Cipta, S. Kep

    Ketua Divisi Farmasi : Noni Zakiah, M.Farm, Apt.

    Ketua Divisi Kesehatan Masyarakat : Ns.Devi Rahmi, S. Kep

    Ketua Divisi Vokasi : Baznila Ganuzia Bashry, S.ST

    Ketua Divisi Psikologi : Nucke Yulandari, Psi, MPsi

    Prokami Muda : Uswah, S. Ked